Berita Humas: Rapat evaluasi pimpinan UIN Mataram yang berlangsung di ruang rapat rektor yang dihadiri oleh semua unsur pimpinan, mulai dari wakil rektor, para dekan, direktur, kabag, kasubag dan kepala unit dan lembaga, (Jum’at, 11/19).

Rapat dipandu oleh ibu wakil rektor dua Ibu Dr. Faizah yang dalam pengantarnya menyatakan bahwa rapat pimpinan yang digelar diawal bulan januari ini merupakan langkah evaluasi dan refleksi atas kinerja capaian semua unsur pimpinan di tahun 2018,

Rektor dalam kesempatan memberikan sambutan dan arahan kepada semua pimpinan menegaskan bahwa serapan anggaran tahun sebelumnya dinyatakan rendah karena beberapa faktor terutama sekali dampak bencana alam gempa bumi yang membuat hampir tiga bulan pelayanan menjadi lumpuh secara menyeluruh di Pulau Lombok, termasuk juga UIN Mataram.

Lebih lanjut rektor juga menyampaikan koreksi kedepan perlu diperhatikan untuk mematangkan rencana kerja program yang sudah dipersiapkan secara matang, hal tersebut penting untu menghindari revisi ditengah jalan yang cukup membuang banyak waktu, dan juga akan berdampak pada kinerja dan tingkat serapan anggaran.

Selain itu, beliau berharap bahwa pada tahun 2019 ini rektor meminta kesiapan semua pihak untuk menghadapi akreditasi, sesuai dengan komitmen kementerian agama yang memastikan bahwa tahun 2019 harus memiliki akreditasi yang sempurna sebagaimana yang harapkan oleh menteri agama beberapa waktu lalu di Jakarta.

Rektor menegasan juga perlu membentuk tim kerja di bawah koordinasi kepala biro umum dan keuangan untuk menyusun proposal gedung SBSN untuk tahun 2020 husus untuk gedung perkuliahan, karena diprediksikan bahwa pada jumlah mahasiswa baru pada tahun 2020 adalah sekitar 20 000 mahasiswa.

Prof Mutawali selaku guru besar berharap agar semua dosen terutama sekali yang sedang mendapat tambahan tugas sebagai pejabat agar meluangkan waktu untuk terus berpacu menulis untuk meningkatkan kualitas dan memasang target untuk meraih guru besar.

Kepada para pimpinan penting untuk mengedepankan tugas lembaga ketimbang tugas extra lainnya, kemudian juga untuk memanfaatkan waktu secara efektif dengan tanpa harus terpaku pada jam pulang tepat waktu,  sekiranya ada pekerjaan yang harus dituntaskan tidak perlu harus ditunda dengan alasan jam kerja. Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: