Berita Humas
: Rektor Universitas Islam Negeri Mataram Prof. Dr. H. Mutawali lebaran bersama warga dadakan di komplek pengungsian, terasa sedikit beda lebaran kali ini dalam suasana kecemasan, Lombok pulau seribu masjid, kini terpaksa dihiasi dengan ribuan tenda, entah sampai kapan kondisi ini akan berahir, namun yang jelas bahwa badai pasti berlalu,  Kamis (23/08)

Guru Besar Filsafat Universitas Islam Negeri Mataram seusai melaksanakan Idul Adha menyatakan bahwa momentum hari raya Idul Adha yang juga bertepatan waktunya dengan bulan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ini setidaknya menjadi suplemen power untuk lebih bersemangat dan bergairah, adalah momentum yang tepat untuk kita jadikan  sebagai titik tolak untuk bangkit dari segala beban kelesuan.

Setidaknya ada beberapa prinsip hidup yang bisa kita jadikan renungan dalam menyikapi ujian berupa bencana gempa bumi yang kita alami, diantaranya kita harus ikhlas dalam menghadapinya sehingga beban yang dirasakan tidak terlalu berat. Kemudian meningkatkan ibadah serta tidak boleh berputus asa dalam menghadapi segala tantangan hidup, percayalah bahwa akan selalu ada hikmah dibalik semua peristiwa.

Itulah spirit kurban yang harus kita pahami, semoga dengan spirit hari raya qurban 1439 Hijriah ini masyarakat Lombok dan Sumbawa yang menjadi korban gempa dapat menjalani kehidupan yang stabil, menemukan kembali semangat juang dalam membenahi sisi-sisi
kehidupan, dapat menjadikan dua hari raya ini sebagai titik tolak bangkit membenahi diri, masyarakat dan bangsa.

Mantan Direktur Pascasarjana UIN Mataram tersebut sepakat dengan kaidah “Badai Pasti Berlalu” beliau juga sangat optimis dan berharap agar kita dapat saling mengajak untuk menjadikan momentum Idul Adha 1439 Hijriah ini sebagai titik tolak untuk bangkit kembali membangun Lombok dan Sumbawa, semua dalam skenario sang pencipta, tidak mungkin Allah SWT memberikan ujian yang tidak sesuai dengan kemampuan. Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: