Berita Humas: Guru Besar Filsafat Universitas Islam Negeri Mataram Prof. Dr. H. Mutawali dalam banyak kesempatan sering mengulas cerita fenomena gempa yang tiap hari hampir mendera seluruh penghuni pulau Lombok, bahkan pusat gempa terkini tadi malam 7,0 SR di laut selat Lombok sontak membuat kaget terbangun ayunan gempa, Senin (20/08)

Prof Mutawali angkat bicara terkait topik perbincangan tiga pekan ini seputar tukar menukar cerita gempa, selalu menjadi bahan diskusi yang hangat, seru, menegangkan dan bahkan meninggalkan cerita lucu dan unik dengan berbagai kesaksian sesuai pengalaman masing-masing, bahkan tema gempa dapat mengalahi tema nasional seputar serunya capres dan cawapres.

Fenomena gempa hari ahad, jika dilihat deretan peristiwa gempa ahad pertama pada tanggal 29 Juli terjadi gempa 6,4 SR mengguncang  masyarakat sambelia Lombok Timur pukul 08.22 wita, Ahad kedua tanggal 05 Agustus gempa 7,0 SR meluluhlantahkan Lombok Utara, Ahad ketiga 19 Agustus gempa 7,0 SR pukul 23.56 wita membangunkan masyarakat Sumbawa, jika selama ini dikenal segi tiga bermuda,
apa iya kini ada istilah gempa segi tiga.

BMKG merilis bahwa sudah 827 kali terjadi gempa terhitung sejak tanggal 29 Juli yang lalu, hingga kini hampir tiga pekan masih telah berlalu masih terus terjadi, artinya bahwa tidak kurang dari 39 kali gempa sususlan terjadi setiap hari dengan skala kecil, sedang dan bahkan beberapa kali dirasakan besar sehingga mengundang kepanikan warga.

Banyak orang yang tertarik bicara dinamika hari ahad, tapi sesungguhnya yang pasti adalah hari ahad adalah tetaplah hari ahad, tidak ada filosopi ataupun analisa yang kuat untuk menyandarkan apalagi menyalahkan hari ahad sebagai biangkeladi kerusakan lempeng bumi yang melahirkan gempa dengan segala dampak yang ditimbulkanya.

Guru Besar Filsafat yang juga rektor UIN Mataram mengajak kita semua berfikir dan merenungkan secara mendalam apa hikmah dibalik setiap peristiwa, setidaknya kita ingin memaknai arti kata ahad dalam kamus bahasa arab yang berarti satu, artinya bahwa segala sesuatu yang terjadi di jagat raya ini semata-mata atas kehendak dan ketetapan Alloh Swt sebagai zat yang Ahad. Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: