Berita Humas: Rektor Universitas Islam Negeri Mataram Prof. Dr. H. Mutawali bersama bersama ketua dharma wanita persatuan Ibu Aesiyah melakukan kunjungan ke posko tanggap darurat yang terdapat dibeberapa lokasi di Lombok Utara, Ahad (19/08)

Turut meyertai perjalanan rektor bersama Ibu Aesiyah adalah kasubag kerjasama dan juga kasubag humas menuju Lombok Utara sejak pagi pukul 09. 15 dengan menggunakan mobil Fortuner DR 600 yang merupakan kendaraan dinas rektor dibawah kendali sopir handal dan cekatan H. Lalu Sukmayadi.

Memasuki dua minggu pasca gempa 7,0 SR yang meluluhlantahkan rumah warga, masjid, sekolah dan berbagai fasilitas lainnya hingga kini masih belum banyak berubah, masih berupa bagunan tumpang tindih berantakan, dan memerlukan waktu yang tidak singkat untuk proses pemulihan.

Belum hilang rasa trauma getaran bumi yang mencekam yang bahkan tiap hari terjadi susul menyusul dengan skala yang lebih kecil namun masih terasa, bahkan hari ini sekitar pukul 12.06 wita kembali masyarakat dibuat panik berhamburan dengan gempa yang cukup keras yaitu  5,4 SR dan selang 4 menit disusul lagi dengan gempa lebih besar yatiu 6,5 SR dengan pusat gempa di sekitar wilayah obel-obel sambelie Lombok Timur.

Tak ada yang dapat memprediksi kapan gempa terjadi, begitu juga yang dialami ketika rombongan rektor beserta ibu yang baru saja tiba di posko tanggap darurat yang didirikan oleh Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi di desa Sire Utara, kehadiran rektor disambut oleh kepala Dusun Yulhadi dan warga pengungsi lainnya.

Baru saja rektor mulai duduk dibawah pohon mangga untuk mendengar cerita dan keluh kesah yang dialami oleh warga pengungsi, tiba-tiba bumi yang dipijak mulai terasa gemetar bagaikan berdiri di atas traktor, sontak saja membuat warga menjadi histeris berhamburan menyelamatkan diri berlari kocar kacir tak beraturan, semua dalam kepanikan yang tinggi.

Gempa bertubi tubi telah berlalu, yang tersisa hanya tangisan dan ketakutan yang mendalam, begitu juga yang dirasakan oleh rombongan rektor yang sedang menukar cerita dan derita gempa bersama warga, namun rupanya pertemuan tidak dapat berlangsung lebih lama, akhirnya kasubag humas memutuskan untuk segera balik ke Mataram setelah memberikan bantuan kepada warga pengungsi di Dusun Sire Utara.

Rektor mendoakan dan berpesan kepada warga pengungsi agar tetap sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan dan ujian ini, semua terjadi atas izin Allah, selanjutnya posko FDK diharapkan tetap eksis mendampingi masyarakat melalui program trauma healing dengan melibatkan mahasiswa serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk terus dapat membantu masyarakat korban gempa. Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: