Berita Humas: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Mataram menelusuri desa Sire Utara Kecamatan Tanjung Lombok Utara untuk menyapa masyarakat nelayan yang hingg kini belum tersentuh oleh bantuan, dan akan mendirikan sekolah darurat yang akan menampung anak sekolah sebagai terapi trauma healing, Rabu (15/08).

Dr. H. Fahrurrozi Dahlan, QH., MA. Selaku wakil dekan satu yang kini sedang menjabat sebagai pelaksana tugas Dekan FDK  didampingi oleh wakil dekan dua Dr. Ahyar, M. Pd. beserta beberapa jajaran pejabat fakultas merasa tersentuh ketika melihat kondisi rumah warga serta fasilitas umum lainya seperti masjid dan sekolah semuanya lumpuh, sehingga warga lebih memilih berdiam tertegun seribu bahasa di tenda-tenda pengungsian.

Dr. H. Fahrurrozi ketika menyerahkan bantuan logistik yang diterima oleh Yulhadi yang juga merupakan mahaiswa FDK Jurusan KPI yang kini dipercayai oleh masyarakat sebagai kepala dusun Sire Utara, kehadiran jajaran FDK hari ini untuk membentuk posko layanan masyarakat yang selanjutnya akan melakukan pendampingan untuk program rehabilitasi mental masyarakat terutama sekali yang paling emirgensi adalah membentuk sekolah darurat.

Lebih lanjut wakil dekan satu menegaskan bahwa posko layanan FDK UIN Mataram di desa Sire Utara dapat dimanfaatkan sebagai wadah yang dapat difungsikan untuk menerima aspirasi dan keluhan yang dirasakan warga, baik menyangkut kesehatan, sanitasi dan juga kebutuhan mendesak lainnya, sehingga dapat difasilitasi dengan berbagai leading sektor yang berkompeten.

Dr. Winengan dalam kesempatan tersebut juga mewakili keluarga besar SMK 1 Pracimantoro Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah menyampaikan bantuan logistik kepada masyarakat Lombok Utara yang diterimakan langsung oleh Kepala Dusun Yulhadi dan beberapa tokoh pemuda dan masyarakat.

Rektor Prof. Mutawali mengapresiasi langkah tepat yang dilakukan oleh Fakultas Dakwah yang sudah mendirikan tenda trauma healing dengan melibatkan mahasiswa dan alumni BKI,  sehingga kehadiran UIN Mataram dapat dirasakan oleh masyarakat, bukan saja sekedar memberikan bantuan berupa materi tetapi rehabilitasi mental akibat trauma juga sangat penting untuk dilakukan. Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: