Berita Humas: Rektor Universitas Islam Negeri Mataram Prof. Dr. H. Mutawali menyampaikan risalah Entry meeting dengan tema “Komitmen Reformasi Birokrasi sebagai Wujud Integritas” menyajikan kebaruan. Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin dalam arahannya menempatkan kata komitmen menjadi setara dengan nilai integritas, pengejawantahan komitmen dalam reformasi birokrasi oleh ASN menjadi cermin dari perwujudan integritas pribadi, Jum’at (10/08)

Karena itu, menurut Menteri LHS, sekurang-kurangnya ada dua dimensi relasi dalam pelaksanaan reformasi birokrasi. Pertama, relasi atasan-bawahan . Penjelasannya, dimensi ini dilakukan sebagaimana kelaziman birokrasi di mana atasan memberi perintah dan bawahan mematuhinya. Relasi atasan-bawahan bersifat birokratis kaku. Kedua, relasi belas kasih/cinta kasih. Dimensi ini menekankan sifat relasi yang melampaui “makna teks/ketentuan”. Hubungannya bersifat akrab, berani, intim, dan menghunjam di kedalaman hati. Dimensi kedua ini sanggup menghasilkan keikhlasan, dedikasi tinggi, dan menjadi ruh gerakan reformasi birokrasi.

Selanjutnya, Menteri Agama memasukkan unsur Tuhan dan Negara dalam reformasi birokrasi. Beliau juga menegaskan bahwa dalam melaksanakan reformasi birokrasi itu bukan semata-mata tindakan sebuah kerutinan yang kering, tapi tindakan penuh makna sebagai artikulasi dari perintah agama dan tugas negara. Hal ini demikian karena reformasi birokrasi adalah backbone dari keefektifan negara menjalankan roda organisasi demi tercapainya tujuan-tujuan pembangunan.

Dalam garis kontinum di atas, Menteri Agama hendak melakukan desekularisasi birokrasi. Artinya, reformasi birokrasi bukanlah semata-mata berimplikasi duniwiah saja, tapi juga berimplikasi ukhrawiah. Ada aspek kemanfaatan duniawi dan ukhrawi sekaligus. Ini menarik karena dengan melibatkan dimensi nilai-nilai ketuhanan dan Negara, reformasi birokrasi semestinya memperoleh kekuatan ganda dalam implementasinya. Ada pahala dunia, pahala akhirat, dan juga bernilai ibadah.

Rektor menegaskan bahwa civitas akademika UIN Mataram hendaknya mampu mengambil bagian penting dalam meningkatkan komitmen reformasi birokrasi sebagaimana yang menjadi point penting arahan bapak Menetri Agama agar semua jajaran Kementerian Agama memberikan dedikasi terbaik kepada bangsa dan negara. Menag mengajak semua komponen untuk mewariskan legacy kepada Kementerian Agama sebagai perwujudan dedikasi kita kepada bangsa dan Negara. Wallahu A’lam (MA-Adita@humasuin).

 

 

%d blogger menyukai ini: