Berita Humas: Rektor Universitas Islam Negeri Mataram Prof. Dr. H. Mutawali bersama jajaran pimpinan lainnya bergerak cepat tanggap, rapatkan barisan dengan menggelar rapat terbatas terkait dengan partisipasi dan aksi solidaritas atas  musibah gempa bumi yang menelan banyak korban dan kerugian materi, Rabu (01/08)

Rektor melepas ratusan personil gabungan yang terdiri dari kepala Biro, semua kabag rektorat, dan kasubag serta mahasiswa diberangkatkan menuju lokasi bencana, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk ketaatan atas perintah Allah dan kepedulian antar sesama. UIN Mataram telah menerjunkan ratusan mahasiswa ke Lombok Timur, semoga dapat memperkuat barisan kemanusiaan di tengah deraian air mata Lombok menangis.

Prof Mutawali didampingi wakil rektor dua meminta Kepala Biro Dr. H Badrun bersama semua kabag rektorat untuk memimpin langsung rombongan  pertama yang menyerahkan bantuan logistik dan uang yang dihimpun dari Aparatur Sipil Negara UIN Mataram, Dharma Wanita, mahasiswa, dan koperasi UIN Mataram.

Prof. Mutawali berpesan agar bantuan yang diberikan langsung kepada masyarakat korban yang berada di dua tempat, Lotim, dan KLU sebagai lokasi yang paling terdampak dari gempa.  Hari ini diawali pengiriman bantuan ke Sembalun, kemudian berikutnya besok Dharma Wanita bersama rombongan juga akan langsung mengantarkan bantuan ke wilayah Lombok Utara.

Kabag Humas Drs. Burhanuddin menjelaskan bahwa dibeberapa posko masih terlihat kekurangan logistik, khususnya kebutuhan sehari-hari seperti makanan, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya. Selain menyerahkan bantuan, rombongan UIN Mataram juga memberikan motivasi agar warga tidak takut dan kembali beraktifitas seperti biasa.

Kabag perencanaan dan keuangan Serife Nurlaely bersama kabag umum, kemahasiswaan dan kepegawaian merasa prihatin dengan kondisi warga terutama sekali balita dan anak-anak usia sekolah yang terpaksa harus belajar darurat dibawah pohon dan terpal, semoga hadirnya barisan keluarga besar UIN Mataram dapat menjadi tisu kering yang dapat menghapus tetesan air mata Lombok menangis.  Wallahu A’lam (Adita@humasuin).

 

 

%d blogger menyukai ini: