Berita Humas: Rektor UIN Mataram mendampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin dalam acara kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia bersama beberapa menteri kabinet kerja lainnya. Kunjungan kerja Presiden RI bersama menteri agama dalam rangka meresmikan pondok pesntren modern Internasional Dea Malela yang digagas oleh Prof. Dr. Din Samsuddin, Senin (30/07).

Dalam sambutannya sebagai pendiri Ponpes, Din Syamsuddin di depan Presiden dan semua tamu undangan menyampaikan bahwa, pesantren sebagai lembaga indigenous yang tumbuh dan berkembang di Indonesia merupakan alternatif sistem pendidikan yang memiliki solusi bagi persoalan generasi bangsa.

Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa sistem ini perlu direvitalisasi dan ditumbuhkembangkan, agar selalu sesuai dengan kebutuhan zaman. Pendidikan pesantren yang menerapkan sekolah berasrama atau boarding school, terbukti telah berhasil mencetak lulusan yang seimbang antara ilmu dan akhlak.

Menteri Agama mendampingi presiden untuk membunyikan Angklung sebagai tanda diresmikannya beberapa gedung fasilitas pondok pesantren Modern Dea Malela di Dusun Pemangong, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, didukung secara penuh oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa beserta seluruh masyarakat Sumbawa.

Dalam jumpa pers Menteri Agama menyampaikan bahwa Pesantren Modern Dea Malela memiliki visi yang cukup membumi yaitu menciptakan kemampuan dan inteligensia lulusannya yang memiliki spirit Islami dan berkemajuan dalam bidang ilmu dan teknologi pilihan, ke depan melahirkan pemimpin yang berwawasan dan berakhlak mulia.

Sedangkan misi yang ingin dicapai adalah membangun pesantren yang Islami dan modern. Hal tersebut diwujudkan dalam kurikulum dan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi dalam bidangnya, serta dari berbagai hasil karya dan cipta yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, serta dinamika perubahan yang cepat di berbagai bidang, baik secara nasional maupun global.

Setelah mengikuti beberapa rangkaian kegiatan di pulau Sumbawa, Menteri Agama selanjutnya bertolak ke Mataram didampingi oleh Rektor dan Kakanwil Kemenag NTB dengan pengawalan ketat menggunakan jalur darat yaitu menumpangi Kapal Verry Penyebrangan Poto Tano Kayangan dini hari. Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: