Berita Humas: Rektor Prof. Dr. H. Mutawali bersama seluruh unsur Civitas akademika Universitas Islam Negeri Mataram menggelar kegiatan silaturahmi Halal Bihalal sebagai agenda rutin setiap selesai lebaran idul fitri yang kali ini berlangsung di Auditorium Kampus Satu pada hari Kamis (28/06).

Ratusan orang ASN UIN Mataram memadati Auditorium untuk mengikuti kegiatan yang juga dirangkaikan dengan pelepasan jemaah calon haji tahun ini.   Dalam acara halal bihalal dan silaturahmi tersebut juga mengundang para tokoh pendiri yang pernah menjadi pejabat, pimpinan kampus ini sebelumnya sejak berdiri hingga sekarang sebagai upaya merawat nilai silaturahmi seperti  Prof Dr. H. Lukman Al Hakim dan juga Prof. Dr. H. M. Taufiq beserta istri.

Tampil membawakan hikmah halal bihalal adalah Prof. Dr. H. Masnun Tahir yang juga sebagai wakil rektor satu, dalam ceramahnya mengatakan bahwa orang-orang yang mengadakan kebohongan adalah suatu kesalahan yang tidak dapat dibenarkan dalam Islam.  Kebohongan dibuat oleh lidah yang tidak terkontrol, sehingga dapat mengakibatkan keretakan dalam keluarga, perselisihan dalam masyarakat maupun konflik dalam satu negara.

Lebih lanjut beliau menguraikan dengan gaya penuh tawa tentang hikmah halal bihalal yang merupakan tradisi yang sangat baik yang telah diwariskan oleh pemimpin sebelumnya.   Guru Nun menegaskan bahwa segala aktivitas karya pengabdian membangun lembaga merupakan catatan sejarah yang bernilai amal jariyah yang tersimpan sebagai pahala abadi, sekiranya ada kekurangan maka sekarang melalui momentum silaturahmi ini kita kembali ke fitri mengandung makna untuk saling mengikhlaskan dan memaafkan.

Rektor Prof Mutawali mengawali sambutanya menyampaikan permohonan maaf secara pribadi dan juga sebagai pimpinan universitas, sekiranya selama ini ada ucapan, sikap dan tindakan yang tidak disengaja ataupun disengaja, maka momentum ini sangat tepat untuk mengakui dan memohon keikhlasan untuk dimaafkan.

Lebih lanjut prof Mutawali mengajak kepada semua ASN di LIngkup UIN Mataram agar lebih meningkatkan lagi disiplin dalam bekerja dan tetap semangat dalam menjalankan tugas sesuai dengan amanah yang diberikan. Lembaga ini harus kita cintai sebagai bentuk pengabdian kita kepada masyarakat dan bangsa yang sesugguhnya merupakan implementasi ketaatan kita sebagai insan yang beragama. Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: