Berita Humas: Rektor Universitas Islam Negeri Mataram Prof. Dr. H. Mutawali yang merupakan guru besar bidang ilmu filsafat Islam mengajak kepada seluruh civitas akademika UIN mataram melalui program Khazanah Romadhon yang diiisi dengan kajian rutin di Musholla Kampus satu setiap hari dan diikuti oleh semua unsur pimpinan, karyawan dan mahasiswa.

Topik kali ini Kamis (07/06) mengkaji tentang “Mencari Keistimewaan dengan Amalan Istimewa” yang dimaksud adalah menjadi istimewa yaitu beristigfar.  Salah satu bukti yang menunjukkan bahwa istigfar menjadi amalan isitimewa karena menjadi amalan yang dipraktekkan langusng oleh para nabi dan rosul, hal tersebut sangat penting menjadi barometer yang baik untuk kita dapat menginstrospeksi diri seberapa sering kita beristigfar dalam aktifitas kehidupan kita sehari-hari.

Para nabi dan rosul saja senantiasa beristigfar kepada Allah Swt, hal tersebut menunjukkan bahwa orang istimewa dan orang pilihan yang menjadi kekasih Allah swt yang sudah jelas jaminan surganya Alloh, namun senantiasa beristifgar.  Bagaimana dengan kita yang bukan Nabi, bukan juga rasul, melainkan manusia biasa yang seharusnya akan lebih banyak lagi untuk beristigfar bahkan jadi wirid setiap hembusan nafas kita.

Adapun beberapa contoh istigfar para nabi  dan rosul sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-qur’an diantaranya adalah istigfarnya Nabi Adam sebagaimana yang dijelaskan dalam surat Al-A’rof ayat 23, istgfar Nabi Nuh dalam Surat Nuh ayat 28, istigfar Nabi Musa dalam Surat Al-Qosos ayat 16, istigfar Nabi Suaeb dalam Surat Hud ayat 80, Nab Soleh Surat Hud ayat 61.

Secara filosofis menunjukkan bahwa betapa petingnya kita selaku hamba untuk selalu bersitigfar sebagai upaya mengakui kelemahan dan kesalahan di hadapan Alloh Azza wajalla. Perintah untuk senantiasa bersitigfar sesungguhnya merupakan perintah langsung dari Allah Swt yang telah menjadikan kita, merawat dan mencukupi segala kebutuhan dalam kehidupan kita sehari hari.

Kasih sayang Allah swt kepada setiap hambanya terkadang tidak minta saja Alloh swt berikan, seperti bagaimana kita bisa bernapas, melihat, berjalan, mendengar dan seterunya, semua itu tidak pernah kita minta melalui doa secara khusus namun senantiasa diberikan setiap saat untuk dapat bernapas, melihat, mendengar, berjalan, dan sebagainya. Semoga senantiasa kita diberikan taufik dan hidayah untuk memperbanyak berzikir dengan bersitigfar kepada Allah Swt. Amin Ya Robbal Alamin, Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

 

 

%d blogger menyukai ini: