Berita Humas: Rektor Prof. Dr. H Mutawali bersama wakil rektor bidang akademik memantau pelaksanaan ujian yang diikuti oleh ribuan calon mahasiswa, animo masyarakat telah mampu melahirkan keputusan tepat untuk memilih Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram sebagai pilihan utama dan proses Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) berlangsung secara tertib dan lancar, Rabu (23/05).

Menurut Ketua Pusat Tekhnologi dan Pangkalan Data Ahmad Nurjihadi menjelaskan bahwa mulai tahun ini UIN Mataram menyediakan dua menu pilihan system ujian yaitu melalui jalur tulis dan juga computer.  Penerapan sistem CBT mulai tahun ini diawali dari 20 perangkat computer yang didesain cukup nyaman dalam satu kelas, dan sangat memungkinkan apabila dikembangkan menjadi beberapa kelas untuk tahun mendatang.

Lebih lanjut Nurjihadi menjelaskan secara tekhnis sebelum ujian dimulai para peserta diberikan simulasi pelaksanaan ujian sambil menunggu koneksi ke server pusat UM-PTKIN sebagai tanda aktif bahwa ujian siap dimulai. Ujian dengan CBT ini dilaksanakan secara serentak pada 48 PTKIN seluruh Indonesia. Para peserta melakukan login kemudian dihadapkan pada tampilan soal-soal di monitor komputer.

Prof. Dr. H. Mutawali menegaskan juga bahwa lembaga akan terus tingkatkan fasilitas pelaksanaan ujian berbasis komputerisasi atau CBT yang mulai tahun ini diterapkan dan untuk selanjutnya ke depan perlu ditingkatkan  setiap tahunnya.  Disamping sebagai tuntutan, juga sangat epektif karena pelaksanaan ujian dengan sistem komputerisasi merupakan inovasi berteknologi tinggi melalui standarisasi sistem keamanan yang ketat serta dapat menjaring mahasiswa yang potensial.

Rektor sangat mengapresiasi kerja keras semua panitia dan civitas akademika UIN Mataram yang telah mempersiapkan segala kebutuhan dan perlengkapan.  Terlebih lagi beliau juga sampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat khususnya di Nusa Tenggara Barat yang telah mengamanahkan kerpercayaan untuk memilih UIN Mataram sebagai destinasi perguruan tinggi favorit tahun ini.  Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: