Brita Humas:
Kontingen Pramuka UIN mataram dengan kekuatan penuh telah sukses mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Bumi Perkemahan UIN Sultan Syarif Kasim Riau, peserta Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan XIV se-Indonesia, juga mengikuti giat bakti di empat desa, yaitu Desa Alam Panjang Kota Pekanbaru, Desa Aur Saki, Desa Okura dan Desa Limau Manis Kabupaten Kampar.

Menurut Muniri dan Hindun Larasati bersama anggota lainnya memberikan keterangan kepada humas UIN Mataram mengaku antusias karena dapat mengenali budaya khas melayu. Melayu adalah identitas kultural masyarakat provinsi Riau. Desa Aur Saki dan Okura dikenal sebagai Desa Wisata Taqwa dengan pergaulan yang sangat ramah, menghargai tamu dan mengedepankan ilmu pengetahuan yang dijunjung tinggi untuk menjaga marwah dalam kehidupan.

Kakak Pembina Dr. H. Ali Jadid bersama pembina lainnya mendapatkan kesempatan berkunjung ke kerajaan siak menggunakan busana melayu bagaikan putra mahkota berpesan kepada anggota racana untuk menjaga nama baik UIN Mataram serta mampu beradaptasi dengan budaya masyarakat setempat, menjaga etika dengan mengaplikasikan prinsip kekeluargaan dan kebersamaan yang menjadi budaya bangsa Indonesia.

Ali Jadid berharap agar adik-adik pramuka dapat memetik pelajaran, bahwa negara kita ini sangat kaya dengan keragaman budaya dan adat istiadat sehingga menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara. Banyak hal yang perlu ditingkatkan selama mengikuti kegiatan perkemahan diantaranya adalah meningkatkan daya imaninasi, kreativitas dan inovasi.

Desain Perkemahan Wirakarya PTK ke-14 terbagi ke dalam dua kegiatan, yaitu kegiatan di Bumi Perkemahan dan Kegiatan Bakti Karya di Homestay. Kelompok pertama diberangkatkan pada tanggal 3 Mei 2018, seusai upacara pembukaan. Mereka dilepas oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam M. Arskal Salim dan akan berganti posisi pada tanggal 6 Mei 2018, dan  berharap agar para anggota pramuka dapat menimba pengalaman yang sebanyak-banyaknya dari masyarakat.

Dalam catatan humas, giat bakti sosial yang dilaksanakan di lokasi homestay antara lain tahsinul masajid, kebersihan sarana ibadah, pembuatan rintisan loka wisata seperti taman bermain anak, wahana selfie, taman pendidikan anak, membuat gapura desa serta membersihkan dan membenahi sejumlah fasilitas umum seperti jalan, kantor desa, dan toilet umum. Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

 

%d blogger menyukai ini: