Berita Humas: Rektor Prof. Dr. H. Mutawali dalam sambutan tunggal pada saat menutup rapat kerja pimpinan yang berlangsung di Hotel Aruna Senggigi menyampaikan pesan penting yang diuraikan melalui syair puisi yang merujuk pada beberapa karya pujangga islam ternama.

Prof Mutawali yang telah sukses merangkai kata penuh makna melalui buku kecil bertajuk cinta beberapa tahun lalu, hingga kini dalam beberapa kesempatan sambutanya sering mengedepankan syair-syair indah yang ditulis sendiri sesuai dengan moment kegiatan, terkadang kalo baru pertama kali mendengarnya akan sulit memahami langsung, namun akan menjadi indah bila direnungkan secara mendalam.

Sebelum menutup rakerpim, pujangga UIN Mataram tersebut mengangkat kisah Abu Bakar Radiallahu Anhu yg pernah bersumpah untuk tidak membantu Misah Bin Atasah yang telah menyebarkan berita bohong tentang putrinya yaitu Aisyah. Kisah tersebut kemudian dijawab dengan turunnya ayat Al-Qur’an sebagai teguran untuk tidak menyimpan kesalahan orang lain yang dapat melahirkan kesombongan terbungkus dendam.

Tuhan selalu membuka pintu maaf untuk setiap hambanya tiap saat tanpa henti, lalu mengapa manusia sebagai ciptaan Tuhan yang serba kekurangan terkadang sering memelihara dan menyimpan kesalahan orang lain, bukankah memaafkan adalah sebuah kemenangan….! Belajarlah untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain.

Jika terpaksa harus jadi mata-mata, maka jadilah mata-mata yang baik, kemudian jika harus menjadi mata air maka jadilah mata air yang mampu menyejukkan dahaga, kalaupun harus menjadi air mata maka bersyukurlah karena mata yang sehat adalah yang mampu mengeluarkan air mata sebagai penyejuk jiwa.

Mengahiri sambutanya, guru besar bidang filsafat tersebut mengajak semua pimpinan untuk bersatu dalam semangat membangun lembaga, tidak ada bukti yang kuat untuk mengatakan bahwa bola lampu lebih penting dari kabel, melainkan untuk mendatangngkan cahaya terang benderang adalah satu system utuh yang lahir dari aliran listrik yang merambat melalui kabel, yang dikontrol melalui saklar dan bola lampu bersinar terang.  Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

 

%d blogger menyukai ini: