Berita Humas: Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Mutawali membuka acara Temu Alumni Mahasiswa Pascasarjana yang dihadiri juga oleh seluruh mantan direktur dan alumni pascasarjana, kegiatan temu alumni edisi perdana tersebut diikuti oleh para alumni mulai dari angkatan pertama hingga angkatan terbaru wisuda periode januari 2018 di Aula Pascasarjana kampus dua pada hari rabu, (18/04).

Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Suprapto dalam laporan pengantarnya menyampaikan bahwa alumni adalah menjadi salah satu bagian penting dalam sebuah perguruan tinggi, diperlukan sebuah ikatan emosional religus almamater untuk tetap dapat berkomunikasi dan silaturahmi.  Momentum temu alumni kali ini menjadi awal yang tepat untuk membentuk sebuah wadah koordinasi antar alumni dan juga almamater dan diperlukan satu wadah ikatan alumni pascasarjana.

Rektor dalam sambutanya menyampaikan dengan tegas bahwa keberadan pascasarjana yang dirintis sebagai direktur pertama pada tahun 2010 yang lalu, Alhamdulillah pascasarjana kini sudah memiliki banyak lompatan kemajuan dan perkembangan yang luar biasa, baik dari segi pengembangan program studi, jumlah mahasiswa dan alumni serta fasilitas sarana prasarana lainnya.

Prof. Mutawali juga menyampaikan apresiasi kepada semua mantan direktur yang telah berupaya keras dalam membangun pascasarjana, setiap estapeta memiliki tantangan dan rintangan yang tidak sederhana dalam memajukan pascasarjana. Alhamdulillah dalam usia 8 tahun pascasarjana sudah memiliki ratusan alumni yang tersebar di seluruh NTB dengan berbagai profesi, sesungguhnya itu merupakan asset yang tidak ternilai harganya.

Rektor mengingatkan juga bahwa progres kemajuan pascasarjana saat ini sungguh tidak terpisah dari perjuangan para pemimpin sebelumnya, antara lain: direktur pertama Dr. H. Mutawali, dilanjutkan oleh Dr. H. Jamaluddin, MA. Dr. H. Masnun, M. Ag., Dr. H. Musari, M. Pd., dan Dr. H. Nazar Na’amy, M. Si. dan sekarang adalah Prof. Dr. Suprapto.   Semua kita penting untuk mengetahui dan menghargai itu sebagai bagian sejarah yang tidak boleh dilupakan apalagi terlupakan.  Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

 

%d blogger menyukai ini: