Berita Humas: Lensa Humas UIN Mataram mencoba menyuguhkan ulasan pemikiran, sebagai sebuah karya tulis yang sering disampaikan pada forum ilmiah dengan gaya orasi penuh semangat, menggelegar dan tajam.  Beliau adalah duta UIN Mataram bahkan mewakili Nusa Tenggara Barat sebagai  pemegang lencana Lemhanas bersama 100 tokoh lainnya Se-Indonesia tahun ini yaitu Dr. H. MS. Udin., M. Ag.

Dr. H. Udin yang kini aktif sebagai dosen senior di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram merupakan satu-satunya putra NTB yang lolos dalam seleksi super ketat utuk dapat mengikuti pendidikan Lemhanas tahun 2017 lalu, setelah mengikuti pendidikan selama 4 bulan dan melakukan studi lapangan di 4 negara, maka kini pemegang lencana Lemhanas tersebut sangat sibuk dengan berbagai aktifitas dalam dan luar negeri.

Para pendiri bangsa ini telah menyepakati pancasila sebagai satu satunya azas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan segenap nilai nilainya pancasila adalah idielogi dasar negara, palsafah hidup bangsa serta menjadi sumber dari segala sumber hukum yang mengikat para penyelenggara negara maupun seluruh negara Indonesia.

Setiap individu bangsa Indonesia harus mencerminkan nilai-nilai pancasila dalam pikiran maupun perangai dan prilakunya. Tanpa pancasila kita kehilangan titik temu, kehilangan titik pijak, kehilangan titik tuju, kehilangan orientasi yang menjamin kebahagiaan semua orang dan agar kita yang majmuk bisa bersatu.

Pancasila sebagai arah kepercayaan dari suatu bangsa telah menjadi pemersatu yang erat bagi keanekaragaman bangsa.  Meskipun demikian sejarah perjalanan juga menunjukan bahwa nilai-nilai pancasila tidak selalu di aktualisasikan oleh semua warga Negara, sehingga memunculkan beragam gejolak yang dapat mencoreng persatuan dan kesatuan nasional.

Meskipun separatis semakin berkurang, beragam bentuk potensi ancaman, tantangan, hambatan dan ganggunan bagi persatuan dan kesatuan nasional muncul sebagai konsekuensi dari globalisasi dan teknologi yang menghadirkan era digital dan era eksponensial, yaitu zaman ketika perubahan terjadi dengan kecepatan yang dahsyat.

Kemajuan tehnologi ini menghadirkan kamudahan, aliran, gagasan, budaya dan bahkan ideologi untuk melintasi batas-batas negara, dengan demikian pancasila mendapat tantangan dari beragam ideologi dan gagasan lain yang tidak sesuai dengan pancasila yang kini dapat dengan mudah di akses melalui ujung jari generasi muda Indonesia, dalam konteks inilah aktualisasi nilai-nilai pancasila dalam sistem pendidikan nasional di perguruan tinggi menjadi penting

Para pendiri bangsa sangat menyadari pentingnya pendidikan bagi upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan perasyarat bagi ketahanan nasional yang kuat. jika kita melihat sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, pendidikan menjadi paktor penting yang menjadi insfirasi bagi lahirnya gerakan kebangsaan yang kemudian berjuang untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Dampak bias globalisasi pada saat yang bersaamaan mengakibatkan perubahan masyarakat yang cepat, iklim keterbukaan dan kebebasan yang menyertainya melahirkan berbagai peristiwa sosial politik dan kebudayaan yang berpengaruh cukup sigifikan terhadap aktualisasi nilai nilai pancasila sebagai ideologi Negara.

Dengan demikian dapat memberikan gambaran tentang langkah langkah kongkrit apa yang dapat di ambil pemerintah, maupun masyarakat luas untuk mengaktualisasikan dalam sistem pendidikan guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam meningkatkan ketahanan nasional. Wallahu A’lam (MS.Udin-Adita@humasuin)