Berita Humas: Rektor Prof. Dr. H. Mutawali membuka kegiatan Focus Group Discassion “Implementasi Horizon Keilmuan Universitas Islam Negeri Mataram” yang menghadirkan narasumber ahli Prof. Dr. Kamaruddin Amin (Dirjen Pendidikan Agama Islam Kemenag RI) yang berlangsung di Hotel Madani, Rabu (21/03).

Wakil rektor satu bidang akademik Prof. Dr. H. Masnun Tahir dalam pengantarnya menyampaikan bahwa transformasi UIN Mataram secara perlahan namun pasti telah mampu menunjukan hasil, sehingga dituntut untuk selalu lebih fokus pada peningkatan mutu.

Horizon Keilmuan yang sudah menjadi kekhasan UIN mataram hendaknya terus disempurnakan, kita harus mampu tampil sebagai kiblat rujukan akademik melalui keunggulan nilai-nilai yang tertuang dalam desain Horizon Ilmu.  Tentu saja hal tersebut tidak praktis terwujud jika tanpa komitmen dan kesungguhan civitas akademika terutama sekali para dosen.

Menurutnya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan UIN Mataram untuk mewujudkan kampus bermutu dan berkualitas diantaranya adalah  penguatan proses belajar mengajar. Disamping itu juga dosen harus dituntut meningkatkan jenjang akademik dan skil, artinya bahwa dosennya juga harus makin banyak yang doktor dan professor.

Rektor Prof. Dr. H. Mutawali dalam sambutanya menyapaikan apresiasi pada narasumber dan juga semua peserta FGD, beliau sangat optimis terhadap tahapan dan capaian dalam pelaksanaan kurikulum UIN Mataram berbasis Horizon Ilmu, karena itu kontribusi akademisi, para pemikir, dan guru besar sangatlah dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Lebih lanjut Prof. Mutawali menegaskan bahwa dalam setiap langkah yang ditempuh, selalu dibarengi landasan etika-moral keagamaan yang objektif dan kokoh, karena keberadaan al-Qur’an dan Sunnah yang dimaknai secara baru selalu menjadi landasan pijak pandangan hidup keagamaan manusia yang menyatu dalam satu tarikan nafas keilmuan dan keagamaan.

Dalam kaitan dengan pembangunan manusia seutuhnya, pembangunan epistemologi keilmuan Islam menjadi salah satu awal penentu dalam membangun rumusan keilmuan. Salah satu hal penting yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana membangun rumusan keilmuan yang mampu mengembalikan ke dalam sifat dasar awal dalam ajaran Islam yang tidak mengenal adanya pemisahan antara agama dan ilmu.

Megakhiri sambutanya rektor berharap agar semua peserta lebih fokus dalam mendiskusikan penajaman implementasi horizn ilmu, memanfaatkan kehadiran narasumber ahli yang memiliki banyak pengalaman yang bukan saja dalam negeri melainkan juga pengalaman luar negeri. Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

 

%d blogger menyukai ini: