Berita Humas: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Negeri Mataram menggelar Workshop Penguatan Kapasitas Penelitian Dosen yang diikuti oleh 112 peserta dari kalangan dosen di lingkup UIN Mataram yang dilaksanakan di Hotel Puri Indah Mataram, Jum’at (23/02).

Ketua LP2M UIN Mataram Dr. H. Nazar Na’amy, M. Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini menjadi sangat penting dengan beberapa pertimbangan berdasarkan hasi evaluasi terkait dengan produk LP2M selama ini. Kegiatan yang dijadwalkan akan terlaksana selama dua hari penuh diharapkan semua peserta serius dan disiplin untuk mengikuti kegiatan ini hingga tuntas.

Lebih lanjut Dr. H. Nazar N. mengaskan bahwa berdasarkan data LP2M saat ini menunjukkan  bahwa laporan penelitian dan pengabdian hanya 30 % yang serius disiplin mengikuti aturan, sedangkan 70 % sisanya itu masuk dalam kategori belum serius. Berdasarkan hal tersebut, disamping untuk meningkatkan disipiln, workshop ini dihajatkan untuk mendesain peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian untuk selanjutnya dipublikasi di jurnal terkemuka sesuai dengan klaster.

Selanjutnya yang tidak kalah pentignya juga, terkait dengan evaluasi kinerja kedisiplinan dosen pembimbing lapangan, tidak hanya sekedar melepas dan menarik peserta bimbingan saja, melainkan DPL juga dituntut untuk harus mampu memiliki giat membina mahasiswa selama berada di lapangan, mulai dari orientasi, penyusunan rogram, sampai dengan evaluasi.

Sambutan rektor untuk membuka workshop diwakili oleh wakil rektor satu Dr. H. Masnun Tahir menyampaikan apresiasi kepada LP2M yang memiliki geliat agresif dalam memfasilitasi para dosen.  Kemudian juga, workshop ini akan menjadi sanagat menarik dengan kehadiran para pakar sebagai narasumber dan yang terpenting harus mampu diterapkan mulai tahun ini.

Dr. H. Masnun menyatakan bahwa PTKIN sebagai kiblat ilmu pengetahuan agama, diharapkan dapat  mengembangkan tri dharma berbasis riset dihajatkan menjadi  jawaban untuk menghilangkan bidah akademik sebagai konsekwensi  era milenial yang cirinya jauh lebih cerdas membaca tanda zaman, maka penelitan dan pengabdian juga harus mengikuti irama sebagaimana tuntutan era milenial.

Lebih Lanjut Wr Satu mengharapkan inovasi dan solusi diperoleh dari penelitian  setidaknya akan dapat melengkapi kelemahan yang masih kurang pada sisi publikasi hasil riset dan pengabdian. Yang terpenting perlu komitmen untuk peningkatan kapasitas dosen berbasis riset untuk meningkatkan reputasi kampus sebagaimana Manchester University terkenal dengan kekuatan risetnya.

Menghairi sambutanya, Dr. H. Masnun berharap bahwa produk kegiatan workshop ini nantinya dapat diterapkan secara maksimal sebagai upaya kongkrit peningkatan kapasitas personal, yang secara lasgung juga dapat meningkatkan kapasitas lembaga, bila perlu melahirkan satu pendekatan baru sebagai kombinasi  pendekatan  Participatory Action Research (PAR) dan Asset Based Communities Development (ABCD) untuk dapat diterapkan di lembaga kita.  Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

 

%d blogger menyukai ini: