Berita Humas: Ulasan minggu kedua di bulan februari ini mengangkat topik tentang eksistensi organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama dan Nahdlatul Wathan dalam merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perjuangan bangsa Indonesia tentu tidak bisa dilepaskan dari para pejuang Islam, ulama sebagai figur yang kharismatik sekaligus pengemban nilai tradisional, menjadi tokoh dan tumpuan masyarakat.

Komitmen para ulama dalam memajukan kehidupan berbangsa tak dapat dinafikan, apalagi dhilangkan. Sejarah mencatat dengan tinta dan darah tentang perjuangan para Ulama untuk bangsa ini, seperti yang diperjuangkan oleh Hadratussyeikh KH.Hasyim As’ary, mendirikan Nahdlatul Ulama.

Karena itulah, NU menjadi garda terdepan dalam melawan kelompok-kelompok yang ingin merongrong NKRI dan anti terhadap Pancasila. Hal tersebut selaras dengan apa yang menjadi tujuan NU untuk menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah wal Jamaah di tengah-tengah kehidupan masyarakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain KH. Hasyim Asy’ari yang telah mendirikan NU sebagai benteng pertahanan NKRI, TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid juga mendirikan organisasi yang diberi nama Nahdlatul Wathan (NW) yang menganut faham aqidah Islam Ahlu al-Sunnah wa al Jama’ah ‘ala Madzahib al-Iman al-Syafi’i dan berasaskan Pancasila.

Secara historis bahwasannya NU dan NW memiliki kesamaan nilai. Keduanya, sama-sama berperan dan berjuang untuk kemashalatan umat, menjunjung tinggi Pancasila, serta berkomitmen dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

Kesamaan nilai yang dimiliki NU dan NW juga menjadikan kedua organisasi ini sebagai aset dan kekuatan besar yang dimiliki Indonesia. Sebab, jika berbicara konteks penyelenggaraan negara, pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi, tidak dapat sepenuhnya menjalankan sistem bernegara dan berbangsa sendirian, melainkan harus ada penyangga yang ikut membantu untuk memperkuat pemerintah itu sendiri.

Eksistensi dan keterlibatan NU dan NW dalam membantu pemerintah untuk akselarasi pembangunan maupun dalam hal menangkal penyebaran aliran-aliran yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa tentu sangat diharapkan oleh pemerintah dan rakyat Indonesia pada umumnya.  Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: