Berita Humas: Rektor mengajak semua pimpinan di tingkat rektorat dan fakultas untuk secara serius menangani sektor kebersihan kampus, berbagai alternatif akan diupayakan sehingga akselerasi perubahan status juga akan berdampak pada perubahan tata kelola di sektor kebersihan.

Rapat evaluasi kebersihan kampus digelar di ruang sidang pada hari Selasa (06/02) yang diikuti oleh unsur pimpinan mulai dari wakil rektor, kepala biro, dekan, wakil dekan, kabag dan kasubag. Hal tersebut penting dilakukan untuk mendapatkan masukan saran dan solusi tepat terkait dengan perbaikan system penanaganan kebersihan kampus.

Rapat dipimpin oleh wakil rektor dua Dr. Hj. Faizah, dalam pengantarnya mengungkapkan kondisi umum kebersihan kampus kita masih sangat perlu dibenahi. Bila kebersihan kampus dijaga dengan baik, pastinya dapat kita rasakan rasa yang nyaman dan sejuk. Agar kesehatan juga terjaga dengan baik, maka aspek kebersihanlah yang paling utama ditangani.

Rektor dalam arahanya mengajak kepada semua komponen agar dapat berfikir dan bertindak untuk dapat mewujudkan suasana yang bisa memberi kenyamanan bagi penghuni kampus. Berdasarkan hasil evaluasi masih banyak yang harus di benahi. Dimulai dari sampah sampah yang berserakan di halaman  maupun di ruang kelas, kebersihan toilet, musholla dan lingkunag kampus pada umumnya.

Lebih lanjut rektor berharap, agar lingkungan kampus terlihat bersih, diperlukan kerjasama semua pihak penghunin kampus, baik itu dari dosen, karyawan, petugas kebersihan dan mahasiswanya ikut serata dalam menjaga kebersihan kampus. Bisa dimulai dari hal-hal yang kecil-kecil dulu misalnya membuang sampah pada tempatnya dan menyiram setelah memakai kamar mandi hingga menggelar pekan bersih kampus.

Dalam sesi diskusi banyak ide gagasan yang dilontarkan, mulai dari evaluasi tenaga kebersihan, fasilitas kebersihan dan managemen kebersihan. Pada prinsipnya semua pimpinan menganggap bahwa sektor kebersihan harulah mendapat prioritas penanganan untuk menjamin terciptanya kampus yang bersih, aman dan nyaman.

Dari hasil diskusi yang cukup lama, setidaknya meruncing sebagai solusi penanaganan sektor kebersihan kampus dapat dipetakan menjadi dua opsi yaitu pertama diperlukan penambahan tenaga kebersihan dengan pegawasan khusus yaitu menerapkan system managemen outsourcing. Kemudian yang kedua adalah tidak perlu menambah tenaga kebersihan, tetapi melibatkan pihak ketiga dengan system outsourcing. Wallahu A’lam (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: