Berita Humas: Sekjen Kemenag RI, Prof. Nur Syam meminta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terus mengkampanyekan moderasi Islam. Hal ini dipesankan Nur Syam dalam orasi ilmiah Wisuda Program Sarjana dan Magister UIN Mataram hari Sabtu (27/01).

Beliau tegaskan bahwa PTKI harus berdiri pada garis terdepan dalam menyuarakan moderasi Islam. Pimpinan PTKI harus tegas menolak gerakan dan kegiatan radikalisme agama yang berujung pada pelemahan pilar-pilar bangsa; Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Nur Syam, PTKI ikut bertanggung jawab dalam mewujudkan tatanan kehidupan berbangsa yang harmoni, damai dan berkeadilan. Dalam kaitan itu, ajaran agama  harus mengejewantahkan prinsip – prinsip kebaikan dan keadilan.

“PTKI harus terus menggali dan mendialogkan praktik dan cakrawala Islam Indonesia yang mendukung terwujudnya toleransi, harmoni, damai, menjunjung tinggi HAM, dan lainnya,” tuturnya.

Nur Syam menilai, pengalaman Indonesia dalam berdemokrasi sejatinya dapat menjadi “alternatif ketiga” dan menjadi pilihan yang tepat di tengah “ambigu” negara-negara mayoritas muslim dalam menentukan sikap antara memilih negara sekuler dan atau negara Islam. Posisi strategis Indonesia dari segi geografis, demografis dan ekonomi menjadi daya tarik tersendiri.

Bagi bangsa Indonesia, lanjut Nur Syam, Islam tidak perlu lagi diperhadapkan dengan sistem politik negara-bangsa dan demokrasi. Islam menjadi nafas yang memberikan panduan moral dan etik bagi Indonesia. Islam sekaligus menyatu ke dalam gerak kehidupan bersama warganya yang hidup dalam sebuah negara-bangsa berlandaskan Pancasila.

Beliau menegaskan, tidak ada hambatan apapun untuk menjadi Muslim yang baik dan warga negara yang loyal, sekaligus bagian dari masyarakat dunia yang modern dan terglobalkan. Wallahu A’lam (zemi-Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: