Berita Humas: Berbagai macam ragam, cara, gaya dan model orang memaknai pergantian tahun, sebagaimana yang diperlihatkan di berbagai media TV Nasional, mulai dari yang bersifat hiburan hingga festival.  Menariknya tahun ini ada nuansa yang berbeda ketimbang tahun sebelumnya, di pusatkan di Jakarta berlangsung kegiatan yang bertajuk  “Zikir Nasional untuk Republik, Perkuat Silaturahim untuk NKRI”.

Momentum pergantian tahun di penghujung tangga 31 Desember 2017, acara puncak Dzikir Nasional 2017 dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, tokoh Nahdlatul Ulama KH Salahuddin Wahid, Ustaz Arifin Ilham, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin, serta imam bersuara emas Muzammil Hasballah.

Gubernur Nusa Tenggara Batat sebagai refresentasi masyaraat NTB yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan kegembiraannya  menjadi bagian dari kegiatan positif menjelang pergantian malam tahun baru tersebut. Ia berharap kegiatan Zikir Nasional juga digelar secara serentak di kota-kota besar lainnya, termasuk di Nusa Tenggara Barat. Ia menyarankan kegiatan ini juga memanfaatkan teknologi digital atau akses internet, sehingga masyarakat di seluruh negeri juga bisa menyaksikan zikir nasional tersebut.

Makna nasional pun harus digeser, bisa juga zikir nasional diadakan di berbagai instansi dan bahkan ke tingkat rumah tangga masing-masing. Bahkan ke depan Zikir Nasional Republik digelar pula pada saat pergantian malam tahun baru Hijriah atau Malam Tahun Baru Islam. Dengan demikian, nilai-nilai Islam dalam kegiatan zikir nasional menjadi lebih bermakna.

Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Mutawali sangat mendukung kegiatan yang sangat positif Zikir Nasional Republika dan berharap agar menjadi suatu agenda yang juga perlu digelar pada saat pergantian malam tahun baru Hijriah atau Malam Tahun Baru Islam.

Mengisi malam pergantian tahun baru, rektor didampingi kasubag humas dan bersama beberapa jajaran pejabat lainya mengisi zikir dan doa bersama di kediaman orangtuanya Bapak Wakil Rektor Satu di wilayah Mantang Lombok Tengah.

Dengan demikian, mari kita upayakan agar muncul rasa suka dan cinta untuk senantiasa berdzikir kepada Allah Swt, karena amalan ini sangat mudah diamalkan dengan manfaat yang sangat luar biasa. Tidak saja menjamin kebaikan di dunia, tetapi juga memastikan kebaikan di akhirat. Semoga Allah anugerahi kita hati yang senantiasa suka, cinta dan rindu untuk selalu berdzikir kepada-Nya. Wallahu a’lam. (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: