Berita Humas: Musibah bencana alam berupa banjir yang terjadi di wilayah sakra dan keruak Lombok timur, mengundang banyak solidaritas dan partisipasi semua kalangan, tak terkecuali dari kalangan mahasiswa universitas islam negeri mataram.

Puluhan mahasiswa UIN Mataram yang tersimpul dalam gerakan komunitas Unit Kegiatan Mahasiswa yang terdiri dari resimen mahasiswa, BKSM-Saksi, Pramuka, KSR-PMI, Kopma, dan lain-lainya menggelar satu aksi untuk solidaritas. Gerakan tersebut bersifat massif baik dikalangan internal kampus maupun di luar kampus, sehingga dalam waktu dua hari saja sudah mampu mengumpulkan jutaan rupiah untuk selanjutnya disalurkan ke lokasi korban.

Sepanjang sejarah, ini adalah yang terjadi pertama kali di bagian selatan Kabupaten Lombok Timur yang mengakibatkan harta benda banyak yang rusak dan hilang. Musibah banjir bandang yang melanda beberapa desa di wilayah kecamatan Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru kabupaten Lombok Timur menimbulkan duka mendalam terutama masyarakat yang terkena dampak banjir.

Koordinator Lapangan yang juga sekaligus merupakan komandan menwa UIN mataram menungkapkan bahwasanya tujuan diadakan penggalangan dana ini adalah untuk membantu meringankan beban warga Lombok Timur yang terkena musibah. Penggalangan dana ini sebagai upaya bersama untuk berpartisipasi sehingga dapat  membantu warga korban yang terkena bencana banjir, itulah makna penting kita saling rangkul untuk saling membantu.

Lebih lanjut dikatakan, format gerakan aksi solidaritas penggaangan dana tidak hanya dilakukan dengan berkeliling kampus saja, melainkan juga dengan menggelar konser amal di dalam dan di luar kampus, mendatangi rumah makan atau tempat perbelanjaan yang berada di kawasan kampus, serta sasaran pengguna jalan.

Hasil penggalangan yang dilaksanakan oleh gabungan UKM UIN Mataram tersebut tidak hanya menerima donasi berupa uang tunai, tetapi juga menerima bahan makanan seperti air, sabun mandi, buku, obat-obatan dan pakaian yang layak pakai,  kemudian selanjutnya disalurkan langsung ke beberapa posko bencana di lokasi. Wallohua’lam (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: