Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu’alaikum wr. Wb.

  • Alhamdulillah, marilah kita bersama-sama memajatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena karunianya kita dapat menghadiri upacara memperingati Hari Santri Nasional saat ini.
  • Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, semoga beliau beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya, insyallah kita semua senantiasa dirahmati Allah hingga akhir zaman.

Hadirin yang saya hormati        

Peringatan Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November pada hakekatnya merupakan salah satu bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang Indonesia yang telah mengabdikan jiwa, raga, harta dan bahkan nyawanya demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Setiap tahun kita diajak untuk mengenang jasa para pahlawan, baik yang nama-nama dan foto-fotonya kita kenal, maupun para pahlawan yang tak dikenal.  Menghormati jasa pahlawan tentu bukan hanya “mengenang masa lalu” selama sehari dalam setahun. Kita harus berterima kasih pada para pahlawan, yang memungkinkan kita setiap hari menghirup suasana yang merdeka, dapat belajar dan bekerja dalam suasana kebebasan.  Salah satu manfaat dari ditetapkannya figur-figur pahlawan dan penghormatan atas mereka pada hari pahlawan ialah agar generasi-generasi berikut dapat memiliki contoh keteladanan.

Hadirin yang saya Banggakan            

Kita melihat kegigihan pahlawan sebagai figur yang berhasil mengembangkan kebajikan sebagai warga dalam dirinya, sehingga rela mengorbankan kepentingan-diri bahkan hidupnya, dalam mengupayakan, mempertahankan atau membela kemerdekaan bangsanya. Kebajikan yang perlu ditumbuhkan dan dijadikan kebiasaan dalam kehidupan berbangsa ialah kemampuan memperlakukan warga-warga lain dalam masyarakat secara setara.

Dalam diri setiap orang perlu ditumbuhkan solidaritas kebangsaan. Suku-suku dan komunitas-komunitas yang hidup dari Sabang sampai Merauke, dengan berbagai latar belakang agama, kepercayaan dan kebudayaan masing-masing, harus kita pandang sebagai saudara-saudara sebangsa dan setanah air.  Kita harus mengembangkan kebiasaan untuk saling menghormati dan saling memperlakukan sebagai saudara, sebagai pihak-pihak yang berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah.

Hadirin yang saya muliakan     

Dalam  lagu kebangsaan indonesia raya, terdapat kalimat  yang berbunyi “Di sanalah aku berdiri, jadi pandu Ibuku”. Pandu artinya penyuluh, penggerak, motivator, penuntun, penunjuk arah. Maka dalam kontek Indonesia yang sudah merdeka, semakin demokratis dan semakin terpelajar ini, kita semua adalah pandu Indonesia. Kita semua wajib menumbuhkembangkan kebajikan warga di lingkungan kita masing-masing.

Nilai-nilai kepahlawanan seperti perjuangan, pengabdian, dan pengorbanan tanpa pamrih untuk bangsa adalah napas hidup bangsa Indonesia. Sebagai napas hidup, nilai-nilai ini terus dihembuskan dan dimplementasikan oleh setiap elemen masyarakat dalam bidang pengabdian masing-masing, baik sebagai  guru,  dosen, karyawan, buruh, nelayan, penegak hukum, petani, bahkan mahasiswa, dan berbagai profesi lainnya.

Hadirin yang saya hormati        

Melalui Tema peringatan hari pahlawan 10 November 2017 ini  “PERKOKOH PERSATUAN MEMBANGUN NEGERI”. Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri. Artinya bahwa jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta.

Alhamdulillah pada peringatan hari pahlawan tahun ini, Presiden Joko Widodo telah menetapkan empat orang sebagai pahlawan nasional. Mereka adalah TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid tokoh asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Laksamana Malahayati (Keumalahayati) dari Aceh, Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepulauan Riau, dan Lafran Pane dari Yogyakarta. Penetapan keempat tokoh tersebut sebagai pahlawan nasional tertuang dalam Keputusan Presiden No 115/TK/tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan

Selamat Hari Pahlawan, Semoga para pemimpin kita memperoleh kekuatan sehingga dapat mewujudkan bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera. Sesungguhnya jasa dan perjuangan para pahlawan dan syuhada bangsa dapat menjadi ibrah bagi generasi penerus bangsa dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan demi kokohnya persatuan dan kesatuan. Wallohua’lam (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: