Berita Humas: Rasa sukur yang mendalam, pujian dan terimakasih yang tiada terhingga dari civitas akademika dan keluarga besar Universitas Islam Negeri Mataram yang baru dalam usia tujuh bulan sudah mendapat kunjungan surveilen perubahan bentuk institusi dari IAIN menjadi UIN Mataram dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.  Selamat datang kami ucapkan kepada tim assesor, ahlan wasahlan and welcome to UIN Mataram.

Rapat koordinasi persiapan visitasi akreditasi yang berlangsung beberapa hari di ruang rapat utama dipimpin langsung oleh Rektor UIN Mataram Dr. H. Mutawali dan didampingi oleh wakil rektor 1 Dr. H. Masnun dengan tupoksi bidang  akademik  dan  pengembangan kelembagaan, Wakil rektor II Dr. Hj. Faizah bidang administrasi umum, perencanaan dan pengelolaan keuangan dan Wakil rektor III Dr. Hj. Nurul Yakin bidang kemahasiswaan dan kerjasama baik internal maupun eksternal. Selain itu juga hadir semua dekan, wakil dekan dan kepala unit di tingkat universitas.

Ketua Lembaga Penjamin Mutu UIN Mataram yang juga sebagai ketua tim peyusunan borang akreditasi Dr. H. Kadri M. Saleh menjelaskan tentang tahapan proses persiapan yang sudah dilakukan sejak lama dengan tahapan sebagai berikut: 1)  mengumpulkan data dan informasi, 2) menganalisis data dan informasi yang telah dikumpulkan, 3) mendeskripsikan elemen penilaian dalam tujuh standar yang ditetapkan, 4) menyiapkan bukti pendukung sebagai lampiran borang, menggunakan tabel-tabel, gambar, grafik yang memberikan gambaran tentang kondisi institusi sampai saat ini serta prospek dan kecenderungan yang dianggap perlu untuk menunjukkan kapasitas dan kinerja institusi selama rentang waktu tertentu.

Selain itu juga, beliau mengungkapkan bahwa proses penyusunan borang ini menggunakan pendekatan analisis, asesmen, dan evaluasi yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, mendalam, komprehensif dan holistik yang didasarkan pada prinsip-prinsip kejujuran, etika, nilai-nilai dan norma akademik.  Hal tersebut sangat urgen untuk mengungkapkan kesesuaian antara rencana kerja dengan visi dan misi institusi, dan juga untuk mengungkapkan interaksi antara standar dan eleman penilaian dan keterkaitannya dengan misi dan tujuan institusi yang dicanangkan.

Wakil rektor satu bidang akademik menjelaskan bahwa secara tehnis kita sudah sangat siap lahir bathin untuk menghadapi tim visitasi. Berdasarkan surat tugas direktur dewan exekutif badan akreditasi nasional perguruan tinggi Prof. T. Basaruddin No. 8209/BAN-PT/LL/Surv/2017 memberikan tugas untuk melakukan surveilen perubahan bentuk institusi dari IAIN menjadi UIN Mataram yang akan berlangsung  dari tanggal 2 – 4 November 2017. Dengan tim yang beranggotakan lima orang terdiri dari Dr. Agus Setiabudi, M. Si., Prof. Dr. Mustofa Kamil, Suparto, M. Ed., P.Hd,. Dr. Suhanan  dan Benny Prabowo, S. Kom.

Rektor Dr. H. Mutawali memastikan kesiapan seluruh perangkat dan personil yang sudah dibagi sesuai dengan tugas untuk mengawal setiap standar akreditasi sebagai merupakan tolok ukur yang harus dipenuhi.  Standar akreditasi terdiri atas beberapa elemen penilaian sebagai parameter yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengukur dan menetapkan mutu dan kelayakan kinerja perguruan tinggi.

Lebih lanjut rektor meminta agar semua yang terlibat memiliki persepsi yang sama sehingga perlu didiskripsikan secara sistematis semua standar akreditasi yang dimulai dari standar 1. Visi,misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian, Standar 2.  Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu, Standar 3.   Mahasiswa dan lulusan, Standar 4.   Sumber daya manusia, Standar 5.   Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik, Standar 6.   Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi dan Standar 7.   Penelitian,  pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama.

Setelah melalui diskusi dengan berbagai penyempurnaan usul saran dan pendapat yang berkembang, maka dengan penuh rasa percaya diri dan semangat optimis yang tinggi, civitas akademika UIN Mataram telah mensingkronkan antara apa yang termuat dalam borang dengan kondisi objektif di lapangan.  Segala ikhtiar telah kita maksimalkan, semoga hasil visitasi surveilen nantinya memenuhi harapan kita bersama. Wallohua’lam. (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: