Berita Rektorat: Edisi hari Ahad 01 Oktober 2017, kabar kampus akan diisi dengan kiprah para pejuang di balik layar berkibarnya bendera UIN Mataram. kali ini, ada baiknya jika kita mengenal lebih dekat dengan sopir rektor 3 periode ini yang sebelumnya pernah menjadi sopir rektor IAIN Mataram periode 2006 – 2010 bapak Dr. H. Asnawi, selanjutnya menjadi sopir dekan fakultas syariah Dr. H. Mutawali. Dan seiring dengan terpilihnya beliau sebagai rektor IAIN  tahun 2015 – 2017, bahkan hingga kini ketika ketika beliau dilantik sebagai rektor UIN Mataram, maka Mamiq Sukma tetap menunjukkan loyalitas dan kesetiaan serta tanggungjawabnya ketika diamanhkan sebagai sopir pimpinan tertinggi di universitas ini.

Selama menjadi sopir rektor, dirinya menceritakan bahwa menjadi seorang sopir rektor tidaklah mudah, melainkan harus secara total mengabdikan diri untuk kelancaran lembaga, yang terpenting baginya adalah harus berpegang teguh pada tanggung jawab dalam menjalankan amanah. Saya harus menjaga amanah, etika, komitmen menjaga rahasia negara, karena yang saya bawa adalah pejabat tertinggi di universitas  dan tamu dari kalangan pejabat pusat khsusunya dari kementerian seperti sekjend kemenag RI, dirjen, direktur, tamu luar negeri. Prinsipnya adalah siapa saja tamu yang berkunjung ke kampus kita, maka atas perintah rektor saya selalu siap menjalankan tugas 24 jam siap siaga, isnyaalloh.

Kasubag Humas H. Suhirman Adita melihat eksistensi dan dedikasi para sopir pimpinan mulai dari sopir rektor, wakil rektor bahkan sopir dekan di lingkup UIN Mataram telah menunjukkan semangat pengabdian yang luar biasa dan layak mendapat apresiasi, hal ini selaras dengan amanah UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, supir disebut sebagai pengemudi memang sebenarnya memiliki makna yang lebih dalam dari sekedar supir.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa sopir atau yang sering kita dengar juga disebut supir sesungguhnya berasal dari bahasa perancis dari kata chauffer yang berarti pengemudi. Sopir professional adalah tidak hanya sekedar memiliki kemampuan teknis mengendarai dengan pengetahuan berlalu-lintas, tidak mudah emosi dan ugal-ugalan di jalan, tetapi juga kepribadian dan attitude yang baik.

Mamik Suk yang dikenal supel, sopan, ramah, pandai bergaul yang menyebabkan disenangi banyak kalangan, bukan saja para petinggi di universitas, tapi dikalangan pejabat fakultas, dosen, sesama rekan kerja seperti sopir-sopir lainnya, karyawan, cleaning servis, satpam dan jaga malam bahkan di kalangan mahasiswa.

Penampilan sederhana dengan kepala yang tidak pernah dihiasi oleh sehelai rambut, mungkin salah satu faktor yang membuatnya menjadi lebih bersahaja dalam menjalani aktivitas dan rutinitasnya.  Saya senang dan menikmati menjadi sopir rektor, karena bagi saya itu adalah amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab. Semoga para pimpinan senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan tugas untuk memajukan lembaga tercinta ini.  (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: