Berita Rektorat: Rektor UIN Mataram Dr. H. Mutawali bersama Rektor Unram Prof. H. Sunarfi menandatagani memorandum of understanding (MOU) dengan Komisi Informasi Provinsi NTB hari rabu, 27 September 2017. Acara penandatanganan MOU yang dirangkaikan dengan diskusi publik yang berlangsung di Hotel Lombok Raya tersebut dihadiri oleh Sekda Provinsi NTB, jajaran kepala dinas dan juga para pimpinan perguruan tinggi swasta di NTB, tokoh agama, dan LSM.

Dalam sambutan pengantar yang disampaikan langsung oleh ketua Komisi Informasi NTB Ajeng Roslinda Motimori, S. Pt menyatakan pentingya keterlibatan perguruan tinggi sebagai salah satu komponen yang mendorong lahirnya system tranparansi publik. Nusa Tenggara Barat sangat identik dengan keberadaan dua perguruan tinggi negeri yaitu Univeristas Islam Negeri Mataram dan Universitas Mataram. Potensi two in one university yang kita miliki ini selanjutnya akan menjadi role model tata kelola transparansi informasi publik sebagaimana amanat UU No. 14 Tahun 2008 dan Peraturan pemerintah No 61 tahun 2010.

Sekda Provinsi Nusa Tenggara Barat Dr. H. Rosyadi  yang mewakili gubernur dalam sambutanya memberikan apresiasi kepada Two In One University yang telah berkenan mempelopori partisipasi perguruan tinggi dalam mendorong tranparansi informasi publik, tentu bukan saja sebatas sampai dua universitas ini saja, ke depan semua peruruan tinggi swasta juga harus dilibatkan. Kampus harus memiliki unit pengelolaan data dan informasi yang dapat diakses secara onlie oleh masyarakat, peran penting humas sebagai sentral isntitusi diharapkan mampu menyediakan layanan informasi publik internal dan external di setiap universitas hendaknya lebih ditingkatkan lagi.

Diskusi publik mengusung tema “Menyemai Keterbukaan Informasi dari Perguruan Tinggi”  dengan para panelis Rektor UIN Mataram, Rektor Unram, dan  dipandu oleh moderator Najamuddin Amry.  Sebagai prolog, moderator mengulas   tentang mengapa kegiatan MOU dan Diskusi Publik yang digelar hari ini menjadi sangat strategis dan penting, tentu ini bukanlah acara yang sederhana, melainkan diawali dengan beberapa rangkaian persiapan, koordinasi, konsultasi, diskusi kecil dan silaturahmi ke UIN Mataram dan Unram.

Rektor UIN Mataram dalam  pandangannya tentang keterbukaan informasi publik, sesugguhnya kami sejak tahun 2015 memiliki spirit untuk menjadikan kampus “Cendikia, Unggul, dan Terbuka”. Saya pikir ini merupakan bagian dari cara kampus dalam mengimplementasikan amanah UU keterbukaan informasi publik sebagaimana yang diatur dalam Peraturan pemerintah No. 61 Tahun 2010.

Dr. H. Mutawali didampingi oleh Wakil rektor 3 bidang kemahasiswaan dan kerjasama Dr. Subhan Abdullah Achim serta Kasubag Humas H. Suhirman Adita, M. Pd. yang hadir pada acara penadatanganan MOU yang dirangkaikan dengan diskusi publik tersebut merespon positif peluang kampus UIN Mataram sebagai role model tingkat nasional.  Kami telah membuka akses informasi publik, membentuk unit kerja yang didukung oleh sumberdaya manusia, tersedianya fasilitas teknologi, menyediakan akses dan layanan informasi yang akurat, membangun sistem informasi dan dokumentasi dalam mengelola informasi kepada publik.

Sebagai closing statement Dr. H. Mutawali menegaskan bahwa kami sedang membangun komunikasi nasional lintas kementerian yang ada relevansinya dengan program support Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Alhamdulillah kami telah membangun komunikasi dan kerjasama luar negeri dengan berbagai perguruan Tinggi Internasional diantaranya:  1).Universitas Teknologi Mara (UiTM) Melaka Malaysia, 2)  Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), 3. NISIS Netherlands Belanda, 4) Marmara University Istanbul Turki, 5). Leiden University Belanda, 6) Ibnu Thufail University Maroko, 7). NCEIS Melbourne Australia dan 8). Wuyi University China.  (Adita@humasuin)

%d blogger menyukai ini: