BERITA FITK. (16/5). Unversitas Islam Negeri Mataram (UIN) Mataram, terus berupaya meningkatkan kualitas, dan daya saingdalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Lembaga Penelitian dan Pengembangan kepada Masyarakat (LP2M), menyelenggarakan workshop penguatan kapasisitas dosenacara tersebut berlangsung selama dua hari yaitu mulai dari hari Selasa, 16 sampai hari rabu 17  Mei 2017di asrama haji mataram.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 189 orang dosen yang ikut dalam workshop terdiri dari tiga fakultas yaitu: FITK, FDK, dan FSI. Rektor, Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan. Menghadirkan  2 narasumber pada hari selasa yaitu: Prof. Dr. Mifedwil jandra bin moh janan, MA. Apu., dan bapak Dr. Mahrus El mawa, MA.

Dalam sambutannya Rektor UIN Mataram, Dr. H. Mutawalli. M.Ag mengungkapkan harapannya bahwa pada proses penelitian bisa menghasilkan penelitian yang memiliki efek terhadap lembaga dan masyarakat, bisa terpublikasikan, serta memiliki nilai-nila penelitian yang produktif untuk membentuk kebijakan-kebijakan yang baru. Dalam pengabdian juga perlu menangkal paham-paham radikalis yang bukan hanya muncul dari kalangan Islam saja akan tetapi paham-paham tersebut muncul dari kalangan agama lain itu sendiri. Ugkapnya.

Pada kesempatan itu pula, bapak Dr. M. Sobri Sutikno. M.Pd selaku Ketua LP2M dan ketua panitia pelaksana acara tersebut mengungkapkan tidak jauh beda dari apa yang telah disampaikan oleh bapak Rektor sebelumnya bahwa, tujuan diadakan acara tersebut dihajatkan untuk memotivasi dosen dalam melaksanakan penelitian nantinya, meningkatkan hasil penelitian sehingga nantinya bisa di publikasikan, dan menjadikan represmen bagi dosen pembimbing KKP. Ujarnya.

Pada sesi pertama, Prof. Dr. Mifedwil jandra bin moh janan, MA. Apu., mengungkapkan bahwa sistem yang berlaku sekarang dalam mendesain proposal baik dalam bentuk riset, artikel, jurnal dan buku harus termuat dalam online. Jurnal-jurnal yang telah dibuat tersebut harus diterima di tingkat nasional maupun internasional. Desain proposal yang kita susun tersebut harus aktual bukan hasil copas, selain itu juga mengungkapkan penyebab proposal tidak diterima yaitu: formatnya, topik, kualifikasi, biaya, dan proposal tidak bermutu. Proposal merupakan titik awal untuk melakukan kajian, proposal yang dibuat boleh salah akan tetapi tidak bohong. Selain itu seorang peneliti meski memiliki sfat-sifat yang harus terpenuhi antara lain: kecerdasan, perhatian, daya hayal, inisiatif, informasi, daya cipta, berusaha, observasi, kejujuran, antusias, dan tidak putus asa. Proposal yang dibuat harus SMART (spesifik, measurable, achievable, reasoneble, dan time). Materi yang disampaikan disambut antusias oleh pesarta Workshop. Jelas Prof. Mifedwil.

Pada sesi kedua yang disampaikan oleb bapak Dr. Mahrus El mawa, MA.Tidak jauh beda dengan pemateri sebelumnya tentang penelitian dan pengabdian, namun pemateri kedua fokus pada pengenalan model pengabdian yaitu: CBR dan ABCD di PTKI. Model ini sangatlah penting untuk disampaikan keseluruh PTKIN, karena ini adalah hal yang baru. CBR merupakan penelitian yang berbasis masyarakat (komunitas) yang menjadikan masyarakat sebagai mitra bukan sebagai subyek penelitaian, tidak seperti model pengabdian yang lain yaitu PAR yang menjadikan masyarakat menjadi subyek. Pada tahapan CBR yaitu: peletakan dasar, perencaanaan penelitian, analisis data, dan penentuan temuan.Sedangkan ABCD merupakan sebuah pendekatan dalam pengembangan masyarakat yang berada dalam aliran besar serta menjadi pelaku dan penentu upaya. Selain itujuga masyarakat merupakan sumber dari potensi-potensi yang masih kental bahkan dari sana banyak muncul penyimpangan-penyimpangan  positif.Tegasnya

Tanggapan salah satu dosen yaitu bapak al Quddus yang juga ikut serta dalam Workshop penguatan kapasitas dosen tersebut, menerangkan bahwa melalui kegiatan hal-hal yang seperti ini memupuk tali silaturrahmi antar dosen, selain itu juga merepres kembali pemahaman-pemhaman tentang penelitian dan pengabdian. Selain itu bisa menelaah sejauh mana kualitas penelitian yang kita lakukan dengan anggaran yang dikeluarkan, yang nantinya bisa jadi proposal yang  dibuat tersebut bisa bohong asalkan benar. Ungkapnya. (Tim Jka : Dedi, Nani, Jaya*chae)

%d blogger menyukai ini: